Minggu, 18 April 2010

Fenomena Kuliah Jarak Jauh

           Beberapa waktu lalu pada majalah Forbes, seorang guru management bernama Peter Drucker memberikan pernyataan berikut : "Thirty years from now, the big university campuses will be relics. Higher education is in deep crisis. The college won’t survive as a residential institution. Today’s buildings are hopelessly unsuited and totally unneeded". Secara bebas, terjemahannya adalah sebagai berikut: "Tiga puluh tahun dari sekarang, kampus-kampus dari universitas yang besar akan menjadi tempat keramat. Pendidikan tinggi dalam keadaan krisis yang sangat dalam. Institusi pendidikan tidak akan bertahan sebagai institusi yang menetap. Bangunan-bangunan universitas yang ada sekarang tidak lagi sesuai harapan dan tidak diperlukan sama sekali".
           Hal tersebut bukan tidak mungkin akan terjadi. Ini disebabkan adanya perkembangan teknologi yang sangat pesat, termasuk dalam bidang pendidikan. Perkembangan teknologi informasi saat ini, Internet, mengarahkan sejarah teknologi pendidikan pada alur yang baru, yaitu munculnya pendidikan jarak jauh. Pendidikan jarak jauh dapat memanfaatkan teknologi internet secara maksimal, dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat dan bahkan meningkatkan kualitas pendidikan. Seseorang yang bertempat tinggal dan bekerja jauh dari kampus, memiliki waktu kerja yang padat akan berpikir beberapa kali untuk pergi kuliah melintasi jalan raya pada jam sibuk, menyediakan waktu beberapa jam setiap harinya untuk duduk di kelas, berkompetisi dan berkomunitas dengan mahasiswa yang berumur jauh dibawahnya, menyesuaikan jadwal kuliah, praktikum dan semua kegiatan lainnya dengan jam kerja. Bagi masyarakat dewasa yang setiap harinya bekerja dengan memanfaatkan waktu dari menit ke menit, akan sangat merasakan berapa banyak opportunity cost yang hilang dengan cara perkuliahan tradisional tersebut, di sisi lain, mereka juga ingin memperoleh tambahan ilmu yang lebih tinggi, karena hal itu juga mempengaruhi promosi jabatan yang pada akhirnya dapat meningkatkan gaji perbulan.
           Gambar 1 menunjukkan beberapa metode yang digunakan dalam melaksanakan perkuliahan jarak jauh.
Metode tersebut antara lain :
1. Audio conferencing
2. Video conferencing
3. Group conferencing
4. World wide web
          Dengan cara ini, maka masyarakat dewasa dapat bertindak efektif dan efisien dalam penggunaan waktu (yang oleh karena banyak hal didukung oleh kemajuan teknologi informasi) dan biaya sampai dengan 80% lebih ringan, karena dengan belajar jarak jauh, mahasiswa hanya membayar biaya yang dibutuhkan untuk perkuliahan saja, bukan untuk pemeliharaan gedung kampus, lapangan olah raga, gaji karyawan dan lain sebagainya.
         Namun, di sisi lain, kuliah jarak jauh juga memiliki kekurangan. Baru-baru ini fenomena kian membiaknya berbagai program kuliah yang sangat memudahkan mahasiswa dan cenderung melabrak berbagai aturan pendidikan. Sampai saat ini masih banyak perguruan tinggi (PT) yang melakukan penyimpangan. Salah satunya adalah memberikan kemudahan untuk kelulusan mahasiswanya. Akibatnya, kualitas PT menurun. Padahal, PT bertanggung jawab secara moral kepada masyarakat. Selain itu kuliah jaraj jauh juga cenderung menghilangkan etika-etika tradisional antara lain bertatap muka langsung dengan dosen dan teman-teman kuliah. Kita tidak terlalu mengenal teman-teman kuliah kita karena jarang bertatap muka, begitu pula dengan dosen kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar